Haji antara Simbol dan Esensi

Dalam ibadah haji kita menemukan banyak syiar-syiar ibadah yang bisa dipahami secara simbolik tetapi juga mengandung esensi nilai yang penting. Kita temukan kiblat umat Islam adalah bangunan segi empat yang terbuat dari batu cadas biasa selain hajar aswad yang istimewa. Dasar ajaran Islam adalah memerangi penyembahan makhluk apapun. Seseorang yang sholat menghadap Ka’bah dengan anggapan bahwa dia menyembah Ka’bah, dia sama dengan musyrik penyembah berhala. (Uniknya sejak dahulu sampai sekarang belum pernah ada yang menyembah Ka’bah itu sendiri, meskipun bangsa Arab pernah menyembah berhala-berhala sebelum datangnya Islam. Mereka menyembah berhal-berhala yang mereka letakkan dalam Ka’bah. Tetapi tak satu dari mereka yang menyembah Ka’bah). Simbol-simbol ibadah yang ada di tanah Mekkah seolah-olah memang Allah jadikan syiar tauhid yang terjaga dari praktek syirik.

Inti kesakralan Ka’bah, Maqam Ibrahim, bukit Shafa dan Marwa juga Jumrah di Mina bukanlah pada materi benda-benda tersebut, tetapi pada makna ketaatan dan nilai tauhid yang terkait dengan syiar-syiar tersebut. Karena itu para fuqaha sepakat bahwa seandainya Ka’bah hancur tak tersisa, umat Islam tetap disyariatkan untuk thowaf dan sholat ke arah Ka’bah, karena yang dimaksud bukan materi Ka’bah tetapi pada lokasi dan kondisi yang Allah tentukan sedemikian rupa.

Meski demikan buka berarti syiar-syiar tersebut hanyalah simbol semata tanpa esensi dan substansi penting. Karena ketaatan dan ketundukan kepada Sang Pencipta perlu diekspresikan agar tidak semata menjadi khayalan dan angan-angan kosong. Nilai-nilai tauhid terekspresi dengan mengagungkan syiar-syiar tersebut. Keyakinan abstrak tauhid perlu diterjemahkan dalam bentuk konkret. Karena itu Allah berfirman:

“Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS al-Hajj: 32)

Nilai penting syiar-syiar Allah bukan pada meterinya tetapi pada ketakwaan yang terekspresi dari sikap mengagungkan syiar-syiar itu.(Ikadi.or.id)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s