Menyaksikan Tanda-tanda Kekuasaan Allah

Ibadah haji adalah ibadah yang sarat makna. Dia bukan bentuk hura-hura tanpa tujuan. Haji juga bukan perjalanan main-main. Haji adalah event serius yang menyimpan banyak manfaat. Seluruh langit dan bumi berisi tanda-tanda kekuasaan Allah, tetapi tanda-tanda kekuasaan Allah yang dikandung dalam ibadah haji sangat jelas dan tegas, sehingga penting untuk disaksikan dan dipersaksikan kepada seluruh umat manusia.

“…padanya (Masjidil Haram) terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim[5]. Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia.”

Tanda-tanda kebenaran di tempat suci itu begitu banyak dan jelas. Sangat penting agar seluruh umat manusia menyaksikan dan menceritakan hal-hal tersebut. Allah memelihara bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS. Bapak para Nabi ini begitu gigih memperjuangkan ajaran tauhid sehingga Allah mengaruniai beliau banyak kemuliaan, sampai-sampai bekas telapak kaki beliau Allah abadikan dan disandingkan dengan Rumah Allah yang suci.

Di sana juga memancar mata air zamzam yang sangat ajaib. Mata air yang deras memancar di sebuah lingkungan padang pasir berbatu yang jarang mengalami hujan. Sebuah tanda kekuasaan Allah yang mengabarkan kepada seluruh umat manusia bahwa Allah yang Maha Kuasa sangat mampu melakukan apa pun yang Dia inginkan meskipun tidak lazim menurut perhitungan dan pikiran manusia.

Di sana juga ada bukit Shafa dan Marwa yang menyaksikan keteguhan Sang Ibu yang agung Siti Hajar dalam menghadapi cobaan dan kesungguhan beliau mengatasi permasalahan yang sepintas lalu tampak mustahil di atasi. Seorang wanita tangguh yang tidak hanya mampu bertahan dalam kondisi sulit, bahkan juga berhasil mendidik seorang anak yang akhirnya menjadi nabi…
Bukti Kedigdayaan Agama Allah
Moment haji adalah event internasional yang fenomenal. Bukan hal yang biasa, lebih dari dua juta manusia dari berbagai belahan dunia dengan berbagai kebangsaan dan beragam bahasa dan budaya bertemu di satu tempat melakukan aktifitas bersama. Tidak ada daya tarik keduniaan yang menyebabkan padang pasir yang gersang tersebut dikunjungi jutaan manusia. Gerakan kolosal yang dilakukan jemaah haji memperlihatkan betapa kuatnya agama ini menggerakkan manusia. Tidak ada satu agama pun yang dapat melakukan event sebesar ini.

Masjidil Haram bagaikan jantung yang menyedot darah ke pusat kemudian menyebarkannya kembali ke seluruh tubuh dunia Islam. Ibadah haji menunjukkan bahwa agama Islam mampu menggerakkan manusia di seluruh dunia. Ibadah memperlihatkan potensi umat yang luar biasa. Tidak kurang dari tiga milyar dolar beredar dalam moment yang berlangsung tidak lebih dari bulan saja. Dua juta lebih manusia melakukan aktifitas keagamaan bersama di satu tempat. Barangkali Guinness Book mencatat haji sebagai momen keagamaan terbesar yang pernah dilakukan umat manusia sepanjang sejarah. Ibadah haji menunjukkan bahwa umat Islam sejatinya bukanlah umat yang lemah tak berdaya. Umat Islam adalah umat yang digdaya, hanya memerlukan manajemen dan pengarahan yang bijaksana untuk mengarahkan potensi umat yang luar biasa ini menjadi bangunan peradaban yang kuat dan besar.
Momen Pelatihan Kolosal
Rangkaian ibadah merupakan aktifitas kolosal yang melatih umat Islam dalam menginternalisasi nilai-nilai aqidah dan akhlak secara praktis. Islam bukan cuma ajaran filosofis tanpa bimbingan praktis. Islam juga bukan cuma teori tanpa praktek. Islam juga bukan hanya keyakinan tanpa amal dan perbuatan. Ibadah haji mengajarkan bagaimana keimanan berbuah pada perbuatan dan prilaku. Ibadah haji juga menunjukkan bahwa meraih keridhoan Allah tidak cukup hanya dengan berkhayal dan berkonsep, tetapi harus dicapai dengan usaha nyata dan jerih payah riil.

Kesulitan-kesulitan yang dihadapi dalam ibadah haji bukanlah hal yang kebetulan. Semua bermuara pada pembinaan pribadi yang paripurna. Yang paling dapat menahan hawa nafsu dialah yang paling berhasil dalam pegemblengan “Mekkah Camp” ini. Yang paling bersabar dialah yang mendapatkan penghargaan ilahi dan sertifikat samawi setelah prosesi haji tersebut.

Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ. رواه البخاري

“Barang siapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak berkata kotor dan berbuat fasiq dia kembali seperti ketika dia dilahirkan ibunya (tanpa dosa). (HR al-Bukhari)

Dalam Hadits yang lain Rasulullah SAW bersabda,

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ. متفق عليه

“Dan haji mabrur tidak ada balasannya selain sorga.” (Muttafaq ‘alaih)
Tonggak-tonggak Sejarah Ketauhidan
Allah SWT memilih Mekkah sebagai lokasi haji dikarenakan di tempat ini terdapat monumen-monumen ketauhidan yang penuh berkah. Komponen-komponen penegak ajaran tauhid terakit, terbangun dan terpancar di tempat suci ini. Di sini lah Nabi Ibrahim diperintahkan untuk membangun pondasi fisik ajaran tauhid, setelah beliau berhasil membangun pondasi logika tauhid di Irak, Syam dan Mesir.

Di kota Mekkah juga Allah memilih untuk menjadi tanah kelahiran Nabi akhir jaman. Dan dari kota Mekkah juga dakwah tauhid dimulai. Dan demi kesucian kota Mekkah Allah melarang selain orang muslim untuk tinggal di dalamnya. Sebuah hukum yang hanya berlaku bagi bumi Hijaz. Dan di akhir jaman Allah juga akan menjaga Mekkah dan Madinah dari kedatangan Dajjal.
Penegasan Makna Tauhid
Ibadah haji adalah penegasan total makna “meng-esakan” Allah. Para jemaah haji disunahkan untuk mengucapkan kalimat talbiyah (Labbaikallahumma Labbaik) dan tahlil (Laa Ilaha Illallah) sebagai deklarasi sikap dan penyerahan diri kepada Allah Yang Maha Esa. Dalam ibadah haji keyakinan akan ke-esaan Allah diungkapkan dalam semua akitfitas yang mungkin dilakukan manusia, mulai dari gerakan hati, ucapan lisan, perilaku tubuh dan pengorbanan harta.

Makna tauhid dalam ibadah haji semakin kuat jika ekspresi kecintaan kepada Allah tercurahkan. Sebagian besar jemaah haji tak mampu menahan tangis haru bercampur gembira ketika merasakan dapat beribadah di Tanah Suci. Hati seorang mukmin akan merasakan suasana emosional yang sulit diungkapkan ketika mendapatkan pancaran kesucian Tanah yang penuh berkah ini. (Fahmi Islam Jiwanto, MA)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s