Cerita Umroh “Ketika Pintu Lift Tertutup”

Cerita berawal ketika ibu bapakku beserta beberapa anggota rombongan umrah
hendak turun dari lantai atas tempat kamar mereka berada ke lobby. Untuk makan
katanya. Nah dari dua lift yang ada, hanya satu yang normal. Sementara satu
lagi lampunya… rusak, walau tetap bisa digunakan. Sayangnya, semua orang rata-rata
memilih lift yang normal. Lift yang lampunya nyala. Hasilnya, mereka cukup lama
menunggu giliran, karena begitu lift tiba di lantai mereka, biasanya lift sudah
penuh dari lantai atas sebelumnya. Nah setelah beberapa menunggu, tiba-tiba,
lift yang lampunya mati, terbuka dan didalamnya ada seorang karyawan hotel
menyapa..

“Mau ikut?” tanya karyawan tersebut (diucapkan dalam bahasa inggris tentu
saja, tapi demi kemudahan para pembaca, aku terjemahkan dalam bahasa indonesia,
huehehe). Entah karena perut lapar atau kaki mulai pegal, rombongan yang
sebagian besar sudah lanjut usia tersebut, akhirnya buru-buru masuk kedalam
lift. Begitu pula ibuku. Biarlah gelap. Toh Cuma sebentar.. begitu pikirnya..

Karyawan tersebut menekan tombol untuk menahan pintu sampai semua orang
masuk. Ketika sudah masuk semua, ia pun melepas tombol open dan…

Pintu lift perlahan menutup..

Menutup dan menutup..

Hingga cahaya hilang dan kegelapan melanda…

“AAAAaaaaaaaaaaa………….” teriak ibu-ibu serempak…

Kenapa? Ada setan? Suster ngesot? Suster keramas? Bukaan.. kok bisa sih
teman-teman membayangkan ada mereka di Madinah? Trus kenapa para ibu ibu teriak?
Ya itu, teriak karena kaget melihat kenyataan bahwa ternyata gelapnya amat
sangat. Padahal sebenarnya mereka sudah mempersiapkan mental bahwa lift
lampunya rusak. Tetap saja mereka berteriak saat pintu lift menutup sempurna
dan gelap pekat melanda…

Teriakan berhenti saat kemudian terdengar menggema dalam ruangan..

Suara apa?

Duh.. bukan suara hantu teman.. berhentilah berpikir horor dalam membaca
cerita ini. Itu suara laki-laki, suara karyawan hotel tadi. Dia berkata…”Say
the name of ALLAH if you affraid! ( Sebutlah nama Allah ketika kalian takut,
begitu terjemahan bebasnya kira-kira)”

Para ibu-ibupun segera istigfar, ingat atas kesalahan mereka.

Ibuku terdiam. Usai cerita.

Selesai?

Bagi orang lain mungkin iya. Tapi bagi ibuku, ternyata kejadian tadi begitu
membekas. Karena menurutnya, kejadian di lift tersebut menggambarkan bagaimana
dia menjalani hidup. Selama ini ia selalu merasa bisa untuk mengingatNYA saat
terjadi apapun, baik itu senang maupun sedih, tawa maupun tangis, hening maupun
ramai. Ibuku selalu bisa mengingat dan
menyebut namaNYA. Tapi ternyata,
gelapnya lift seolah mengingatkan dirinya, bahwa ia tidak se-“ingat” yang ia
kira. Buktinya saat ada kejadian yang membuatnya shock (walau awalnya sudah
menyangka akan gelap, tapi tetap kaget saat hal itu dialami langsung), maka
ucapan yang terlontar secara reflek justru teriakan tanpa makna…

Padahal mungkin akan banyak kejadian yang membuat kita shock dikemudian
hari. Entah musibah, entah kehilangan, entah apapun itulah. Dan yang jelas,
bukankah saat malaikat maut datang menjemput, itu suatu kejadian yang amat
sangat membuat kita shock? Nah apa jadinya diri ini, kalau saat itu tiba, yang
terucap di bibir bukannya namaNYA tapi justru teriakan tanpa makna?

Karena itulah, setelah kejadian tersebut, ibuku segera memohon ampun
padaNYA dan meminta agar hatinya benar-benar selalu bisa mengingat padaNYA
apapun kejadian yang menimpanya…

Aku cuma bisa terdiam….

Apa yang pernah aku ucapkan saat senang menghampiri? Asyik atau
Alhamdulillah? Saat terkejut? Saat sedih? Saat marah? Saat takut?

Andai pernah bukan menyebut namaNYA (karena memang DIA belum tertanam di
hati, hanya ada di otak logika) maka apa yang bisa terucap saat malaikat maut
datang?

Huff…

Ya Allah…

Jadikanlah sebaik-baiknya umurku,

adalah pada ujungnya..

Dan sebaik-baik amalku,

adalah pada ujung akhirnya..

Dan sebaik-baik hari-hariku,

adalah pada saat aku dipanggil menemuiMu…

Amin…

(Ruli Amirullah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s