MENGENAL HAJI NON KUOTA (HAJI SANDAL JEPIT)

Haji sandal jepit menjadi masalah tersendiri bagi pemerintah Indonesia, karena kerap kali warga negara Indonesia terlantar karena mengikuti haji non kuota. Bahkan, keberadaan haji sandal jepit ini seringkali mengganggu kenyamanan jamaah haji kuota.

Pemerintah telah berkali-kali mengajukan pertanyaan kepada Duta Besar Arab Saudi di Jakarta perihal jamaah haji non kuota. Mereka selalu mengaku tidak pernah memberikan visa kepada jamaah haji non kuota. Tapi ternyata ada kebocoran, ada saja jamaah haji non kuota

Pemberian visa merupakan hak setiap negara, biasanya Kerajaan Arab Saudi memberikan visa haji untuk non kuota hanya untuk undangan kerajaan saja dengan sejumlah sekitar 100 orang. Lain itu tidak.
Hanya saja, tahun ini jumlah jamaah haji sandal jepit itu telah berkurang. Pada tahun ini sebanyak 889 jamaah haji non kuota, padahal tahun lalu mencapai 3.000 orang dan tahun sebelumnya 5.000 orang.
Temuan Okezone di Bandara King Abdul Azis, Jeddah, didapati jamaah tidak menyadari bahwa mereka adalah jamaah haji non kuota. Mereka mengaku sebagai jamaah haji khusus. Karena telah membayar uang lebih dari Rp50-70 juta, sama dengan haji khusus. Padahal mereka tidak mendapatkan nomor porsi, gelang identitas, dan juga DAPIH (Data Administrasi Perjalanan Ibadah Haji) yang didapatkan setiap jamaah haji baik reguler ataupun haji khusus.

Banyak berita di Tanah Air mengungkapkan banyaknya jamaah non-kuota yang terlantar di Bandara Soekarno-Hatta, ada juga di Kuala Lumpur, ada juga yang tiba di Jeddah diterlantarkan begitu saja. Jamaah haji non-kuota tidak berada di bawah tanggung jawab Kementerian Agama. Saat di Arafah, mereka berada di tenda yang semestinya tidak mereka tempati atau bersama dengan jamaah dari negara lain. Tahun lalu, pernah jamaah disusupkan ke tenda jamaah haji reguler. Akibatnya tempat jamaah haji reguler menjadi sempit dan juga jatah makanan menjadi berkurang. Karena jamaah haji sandal jepit ini juga tidak terdapat di Kementeria Agama, mereka tidak mendapatkan asuransi dan sulit mengurus administrasi saat meninggal dunia di Arab Saudi.

Yang terbaru adalah terlantarnya jenazah jamaah haji non kuota bernama Nuncy Adi. Jenazah calhaj yang mengikuti agen perjalanan Cahaya MM ini terbengkalai di rumah sakit tanpa ada yang mengurus. Setelah pihak muassasah memberitahukannya ke Daker Madinah, barulah diketahui bahwa almarhum adalah jamaah haji non kuota. Pihak Cahaya MM yang dipanggi Kasi PAM Madinah meminta maaf dan mengakui kekhilafannya. Mereka mengaku tidak bisa mengurus jenazah di Arab Saudi.
Sumber : Okezone.com

Satu pemikiran pada “MENGENAL HAJI NON KUOTA (HAJI SANDAL JEPIT)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s