yang ini ‘Not For Sale’ karena jadi rebutan dimana mana…

Sejenak mari lupakan iklan yang merendahkan itu. Ada beberapa data dan fakta untuk membuktikan bahwa kita bukanlah bangsa yang rendah. Seorang anak desa bernama Andi Octavian Latif yang lahir pada tahun 1988 dari Pulau Madura, pulau garam tahun 2006 tampil dalam final lomba bidang studi fisika Singapura dan keluar sebagai juara 1 meraih medali emas tingkat dunia mewakili Negara Republik Indonesia mengalahkan peserta dari berbagai Negara termasuk negara negara yang sudah mempunyai peradaban dan kebudayaan yang sangat maju. Kini kisah kehidupannya diabadikan oleh seorang sutradara dalam layar lebar dengan judul Mestakung (Semesta Mendukung).

Ternyata Andy tidak hanya seorang diri. Pada periode berikutnya ada beberapa orang anak yang juga bisa tampil di dunia internasional. Pada tanggal 24 sampai tanggal 28 Aprill 2009, Indonesia berhasil lagi menjadi Juara Umum di International Conference of Young Scientists (ICYS) di Polandia, mengalahkan pelajar dari negara-negara maju seperti Jerman, Belanda, Amerika, dan Rusia. Total 6 Emas direbut anak-anak Indonesia dari berbagai bidang ilmu, sementara peserta-peserta dari negara maju hanya mampu dapat paling banyak 3 emas.

Di Bali Selain itu, Indonesia juga meraih juara umum dalam lomba Karya Ilmiah Remaja Tingkat Dunia ke-17 yang diselenggarakan pada 12-17 April 2010. Tim Indonesia yang berkompetisi pada semua bidang lomba, yakni Fisika, Matematika, Komputer, dan Ekologi meraih 7 medali emas, 1 medali perak, dan 3 medali perunggu serta 2 Special Award.

Di Rusia, Anak Indonesia berhasil mempersembahkan 1 medali emas (environmental science), 2 medali perak (environmental science dan life science), 2 medali perunggu (math dan computer science) dan 3 Penghargaan Khusus (bidang theoretical physics, computer science, dan environmental science) untuk Indonesia dalam lomba presentasi karya ilmiah tingkat Intenasional (ICYS ke-18) pada tanggal 24-29 April 2011.

Data dan fakta di atas sebenarnya bisa dibilang bahwa bangsa kita sangat berpotensi untuk menjadi pribadi yang unggul dan profesional. Tidaklah mustahil generasi kita yang ada di berbagai penjuru pelosok dari Sabang sampai Merauke sebenarnya ada di antara mereka hidup dan muncul berkeliaran anak anak yang ber-IQ sangat tinggi

Kembali ke Andi, saat ini sedang menyelesaikan S3 Maryland University Amerika Serikat, bahkan tahun depan jika tidak ada halangan Andi berhak menggondol gelar doktor dari kampusnya.
Dengan kata lain Andi, 24 Tahun bakal menjadi Dokter termuda dan bakal menjadi rebutan universitas universitas terkemuka.

sumber : pusawi adijaya, petapemikiran & radar surabaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s